Macam – Macam Prosedur Keadaan Darurat Di Atas Kapal

Image result for keselamatan KERJA DI KAPAL

Setiap orang yang berkerja di laut terutama bekerja di bagian pelayaran tentu sangat menginginkan menggerakkan kegiatan dengan selamat tidak ada satupun musibah terlebih sampai harus kehilangannya nyawa. Namun tidak dapat kita pungkiri juga kalau resiko bekerja diatas laut sangat besar dibanding kita bekerja di darat. Tetapi semua kemungkinan itu dapat di minimalkan jika kita tanggap akan prosedur kondisi darurat, tidak cemas dan setiap pesonel yang ada di kapal tanggap tahu akan pekerjaan masing – masing saat terjadi kondisi darurat yang sesuai sama gagasan tanggap darurat (emergency response rencana).

Berikut ini jenis – jenis kondisi darurat dan prosedur kondisi darurat diatas kapal :

Tubrukan (collision)
Kondisi darurat karena tubrukan kapal dengan kapal atau kapal dengan dermaga ataupun dengan benda tertentu akan mungkin terdapat kondisi rusaknya pada kapal, korban manusia, tumpahan minyak kelaut (kapal tangki), pencemaran dan kebakaran.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Bunyikan sirine bahaya (Emergency alarm sounded)
  • Menggerakan kapal sedemikian rupa untuk kurangi dampak tubrukan
  • Pintu-pintu kedap air dan pintu-pintu kebakaran automatis ditutup
  • Lampu-lampu deck dinyalakan
  • Nakhoda di beri tahu
  • Kamar mesin di beri tahu
  • VHF dipindah ke chanel 16
  • Gunakan pakaian pelindung dan sepatu safety online
  • Awak kapal dan penumpang dihimpun di stasiun darurat
  • Posisi kapal ada di ruangan radio dan diperbaharui apabila ada perubahan
  • Setelah tubrukan got-got dan tangki-tangki di ukur.

Kebakaran/Ledakan (firing/explosion)
Kebakaran di kapal dapat terjadi dibergai tempat yang riskan pada kebakaran, misalnya di kamar mesin, ruang muatan, gudang penyimpanan peralatan kapal, instalasi listrik dan tempat akomodasi Nakhoda dan anak buah kapal. Sedang ledakan dapat terjadi karena kebakaran atau sebaliknya kebakaran terjadi karena ledakan, yang tentu kedua-duanya dapat menyebabkan kondisi daruirat dan perlu untuk diatasi.

Kondisi darurat pada kondisi kebakaran dan ledakan pasti sangat tidak sama dengan kondisi darurat karena tubrukan, sebab pada kondisi yang sekian terdapat keadaan yang panas dan ruang gerak terbatas dan terkadang kepanikan atau ketidaksiapan petugas untuk melakukan tindakan menangani kondisi ataupun perlengkapan yang dipakai telah tidak layak atau area untuk menyimpan sudah beralih.

Jika terjadi kebakaran diatas kapal maka setiap orang diatas kapal yang pertama kalinya lihat ada kebakaran harus melaporkan peristiwa itu pada mualim jagalah di anjungan. Mualim jagalah selalu memonitor perubahan usaha pemadaman kebakaran dan jika kebakaran itu tidak bisa diatasi dengan alat pemadam portable dan dilihat perlu untuk memakai perlengkapan pemadam kebakaran tetaplah dan memerlukan peran semua anak buah kapal, maka atas perintah Nakhoda isyarat kebakaran harus dibunyikan dengan alarm atau bel satu pendek dan satu panjang dengan cara terus-terusan.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Sirine bahaya dibunyikan (internal dan eksternal)
  • Regu-regu pemadam kebakaran yang berkaitan siap dannmengetahui tempat kebakaran
  • Ventilasi, pintu-pintu kebakaran automatis, pintu-pintu kedap air ditutup
  • Lampu-lampu deck dinyalakan
  • Nakhoda di beri tahu
  • Kamar mesin di beri tahu
  • Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada perubahan

K a n d a s (agrounding)
Kapal kandas biasanya didahului dengan sinyal tanda putaran baling-baling terasa berat, asap dicerobong mendadak menghitam, tubuh kapal bergerak dan kecepatan kapal beralih lalu berhenti mendadak. Ketika kapal kandas tidak bergerak, posisi kapal akan sangat bergantung pada permukaan basic laut atau sungai dan kondisi didalam kapal pasti akan bergantung juga pada kondisi kapal itu. Pada kapal kandas terdapat peluang kapal bocor dan menyebabkan pencemaran atau bahaya terbenam bila air yang masuk kedalam kapal tidak bisa diatasi. Sedang bahaya kebakaran pasti akan saja terjadi jika bahan bakar atau minyak terkondisi dengan jaringan listrik yang rusak menyebabkan nyala api dan tidak terdeteksi hingga menyebabkan kebakaran. Peluang kecelakaan manusia akibat kapal kandas barangkali terjadi karena kondisi yg tidak terduga atau terjatuh saat tarjadi pergantian posisi kapal. Kapal kandas sifatnya dapat permanen dan dapatlah berbentuk sesaat bergantung pada posisi permukaan basic laut atau sungai, maupun cara mengatasinya hingga kondisi darurat seperti ini akan bikin kondisi di lingkungan kapal akan jadi rumit.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Stop mesin
  • Bunyikan sirine bahaya
  • Pintu-pintu kedap air ditutup
  • Nakhoda di beri tahu
  • Kamar mesin di beri tahu
  • VHF di pindahkan ke chanel 16
  • Sinyal tanda bunyi kapal kandas dibunyikan
  • Lampu dan sosok-sosok benda dipertunjukkan
  • Lampu deck dinyalakan
  • Got-got dan tangki-tangki diukur/sounding
  • Kedalaman laut di sekitar kapal diukur
  • Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada perubahan

Meninggalkan kapal (abandon ship)
Kebocoran pada kapal dapat terjadi karena kapal kandas, namun bisa pula terjadi karena tubrukan ataupun kebakaran dan kulit pelat kapalkerena korosi, hingga bila tidak selekasnya diatasi kapal akan selekasnya terbenam. Air yang masuk dengan cepat sesaat kekuatan menangani kebocoran terbatas, bahkan juga kapal jadi miring bikin kondisi susah diatasi. Kondisi darurat ini akan jadi rumit jika pengambilan ketentuan dan pengerjaannya tidak di dukung seutuhnya oleh semua anak buah kapal, karena usaha untuk menangani kondisi tidak didasarkan pada azas keselamatan dan kebersamaan.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Bunyikan sirine bahaya (internal dan eksternal).
  • Siap-siap dalam kondisi darurat.
  • Pintu-pintu kedap air ditutup.
  • Nakhoda di beri tahu.
  • Kamar mesin di beri tahu.
  • Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada.
  • Berkumpul di sekoci/rakit penolong (meninggalkan kapal) dengan dengarkan sirine sinyal berkumpul untuk meninggalkan kapal, misalnya kapal akan terbenam yang dibunyikan atas perintah Nakhoda.
  • Awak kapal berkumpul di deck sekoci (tempat yang telah ditetapkan dalam sijil darurat).

Orang Jatuh ke Laut (man over board)
Orang jatuh kelaut adalah salah satu bentuk kecelakaan yang bikin kondisi jadi darurat dalam usaha melakukan penyelamatan. Pertolongan yang didapatkan tidak mudah dilakukan karena akan sangat bergantung pada kondisi cuaca saat itu dan kekuatan yang akan berikan pertolongan, ataupun sarana yang ada. Dalam pelayaran sebuah kapal barangkali terjadi orang jatuh kelaut, apabila seseorang awak kapal lihat orang jatuh kelaut, maka aksi yang perlu dilakukan yaitu berteriak “Orang Jatuh ke Laut” dan selekasnya melapor ke Mualim Jagalah.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan diantaranya :

  • Lemparkan pelampung yang telah diperlengkapi dengan lampu apung dan asap sedekat orang yang jatuh.
  • Upayakan orang yang jatuh terlepas dari bentrokan kapal dan baling baling.
  • Posisi dan letak pelampung dilihat.
  • Mengatur olah gerak kapal untuk membantu/mendekati korban (apabila tempat untuk mengatur gerak cukup dianjurkan memakai cara “ WILLIAMSON TURN “)
  • Tugaskan seorang untuk menangani orang yang jatuh agar tetaplah terlihat.
  • Bunyikan 3 (tiga) suling panjang dan diulang sesuai keperluan.
  • Regu penolong siap di sekoci.
  • Nakhoda di beri tahu.
  • Kamar mesin di beri tahu.
  • Letak atau posisi kapal relatif pada orang yang jatuh di plot.
  • Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada pergantian.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s